Iklan Terselubung di TikTok: Endorse Wajib Ada Label Iklan
Iklan terselubung di TikTok melanggar etika periklanan dan merugikan pembeli. Ini cirinya, kewajiban pengungkapan konten komersial, dan contoh menulis label.

Endorse yang terlihat seperti ulasan jujur padahal dibayar adalah iklan terselubung. Pembeli tidak bisa membedakannya, dan di situlah letak masalahnya. Bagi penjual maupun kreator, ini bukan soal gaya bicara, tapi soal kepatuhan.
Apa itu iklan terselubung
Iklan terselubung adalah konten promosi yang menyembunyikan fakta bahwa produk dibayar, disponsori, atau dikomersialkan. Bentuknya bermacam-macam: video yang mengaku “review jujur”, unboxing, sampai caption yang berpura-pura pengalaman pribadi. Etika Pariwara Indonesia (EPI) Amandemen 2020 menegaskan iklan harus jujur, benar, dan mudah dikenali sebagai iklan. Ketika status komersialnya disembunyikan, unsur itu hilang. Istilah lain yang sering dipakai untuk hal yang sama adalah “endorse terselubung” dan “keterangan iklan yang tidak dicantumkan”.
Tiga lapis aturan yang bertemu di satu konten
Satu video endorse bisa bersinggungan dengan tiga aturan sekaligus:
- Etika Pariwara Indonesia (EPI) Amandemen 2020 — iklan wajib jujur, benar, dan dapat dipertanggungjawabkan, serta tidak boleh menyesatkan.
- UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen — pelaku usaha dilarang menawarkan barang atau jasa dengan pernyataan yang menyesatkan, termasuk menyembunyikan hubungan komersial di balik sebuah rekomendasi.
- Kebijakan pengungkapan konten TikTok — platform mewajibkan fitur pengungkapan konten komersial diaktifkan saat konten mempromosikan produk atau jasa, bahkan ketika tidak ada pembayaran atau produk gratis.
Karena itu, iklan terselubung bukan cuma soal etika. Konten bisa kehilangan jangkauan, ditandai sebagai konten komersial tanpa label, atau dianggap menyesatkan. Untuk toko, kepercayaan yang hilang lebih mahal daripada satu video viral.
Sebelum dan sesudah: cara menulis keterangan iklan
| Praktik | Contoh bermasalah | Ganti dengan |
|---|---|---|
| Tidak ada keterangan | “Aku pakai ini seminggu, hasilnya bagus banget” padahal dibayar brand | “Kerja sama berbayar dengan [brand]: ini hasil setelah 7 hari” |
| Keterangan disembunyikan | Tagar #ads ditaruh di komentar, bukan di caption | Aktifkan pengungkapan konten komersial dan tulis statusnya di awal caption |
| Menyamar sebagai pengalaman pribadi | “Ini bukan iklan, aku memang suka” padahal ada kontrak | “Aku dibayar untuk mencoba produk ini, dan ini pendapat jujurku” |
| Klaim tanpa bukti | “Dijamin sembuh dalam 3 hari” | Sebut hasil yang bisa diverifikasi, atau jangan diklaim |
Cara mengaktifkan pengungkapan konten komersial
Sebelum menekan unggah, buka halaman pengaturan video. Aktifkan opsi pengungkapan konten komersial, lalu tandai jenisnya: konten bermerek atau kemitraan berbayar. Untuk konten afiliasi, tandai juga. Setelah aktif, label akan tampil di video. Alat pemeriksaan sebelum posting seperti pemeriksaan kepatuhan konten TikTok Shop membantu membaca skrip dan video Anda sebelum tayang. ByeRisk memisahkan temuan menjadi dua tingkat — “Wajib diperbaiki” dan “Disarankan” — supaya jelas mana yang harus diubah lebih dulu.
Checklist sebelum posting
- Apakah ada hubungan komersial (dibayar, gratis, atau komisi)? Kalau ada, wajib ada label.
- Apakah label terlihat di caption atau video, bukan disembunyikan di komentar?
- Apakah klaim hasil bisa dibuktikan?
- Apakah video memberi kesan Anda pengguna biasa yang tidak berkepentingan?
- Apakah kreator lain dalam satu kampanye memakai keterangan serupa?
FAQ: pertanyaan yang paling sering muncul
1. Apakah endorse harus ada keterangan iklan?
Ya. Selama ada hubungan komersial, keterangan iklan wajib. Ini berlaku untuk pembayaran tunai, produk gratis, maupun komisi afiliasi.
2. Kalau produknya gratis, bukan dibayar, apakah tetap harus diberi label?
Tetap. Kebijakan pengungkapan konten TikTok mencakup konten yang mempromosikan brand meski tanpa pembayaran. Hubungan komersialnya yang menentukan, bukan besar nilainya.
3. Apa bedanya iklan terselubung dan komisi afiliasi biasa?
Afiliasi tidak dilarang. Yang dilarang adalah menyembunyikan statusnya. Afiliasi yang jujur menyebut bahwa penjual mendapat komisi; afiliasi yang menyamar sebagai rekomendasi netral masuk kategori iklan terselubung. Baca juga kasus ketika affiliate kena pelanggaran.
4. Apa akibatnya bagi toko?
Selain label yang salah, pelanggaran berulang dapat menambah poin pelanggaran dan memengaruhi penilaian toko.
Sumber dan rujukan
- Etika Pariwara Indonesia (Amandemen 2020) — Dewan Periklanan Indonesia
- UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen
- TikTok — Pengungkapan Konten Komersial dan Promosi Berbayar
Ringkasan ini disusun dari aturan yang dipublikasikan, bukan hasil pratinjau resmi platform. Sebelum mengunggah, pastikan setiap kerja sama komersial Anda sudah membawa keterangan yang jelas.
Biarkan pemeriksaan yang mengingat aturannya
Daftar dan dapatkan 100 kredit untuk langsung memeriksa teks, video, dan gambar berbahasa Indonesia, lengkap dengan aturan dan pasal platform yang terpicu.
Daftar gratis

