Label Konten AI di Video Jualan: Aturan TikTok dan Komdigi
Konten AI di video jualan wajib diberi label di TikTok. Pemerintah juga menyiapkan aturan serupa. Ini yang perlu Anda lakukan sebelum posting.

Label konten AI bukan lagi soal etika semata. TikTok sudah mewajibkan pelabelan untuk konten hasil AI yang menyerupai kenyataan, dan pemerintah menyiapkan aturan yang lebih tegas. Bagi penjual, ini soal konten jualan Anda bertahan atau diturunkan.
Kenapa label konten AI penting sekarang
Video jualan makin sering memakai gambar atau suara buatan AI, mulai dari model virtual, produk yang terlihat "dihaluskan", sampai narasi sintetis. Selama penonton tahu itu AI, tidak masalah. Persoalannya muncul saat konten AI tampil seolah kenyataan, misalnya produk terlihat berbeda dari barang yang dikirim.
Aturan platform: TikTok sudah lebih dulu
Pedoman Komunitas TikTok mewajibkan pembuat konten memberi label pada konten hasil AI yang memuat gambar, audio, atau video realistis. TikTok juga dapat menempelkan label otomatis pada konten yang terdeteksi dibuat atau diedit signifikan dengan AI. Jadi, membiarkan konten AI tanpa label berisiko membuat konten dibatasi atau diturunkan.
Aturan pemerintah: arah Komdigi
Pada Januari 2026, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyatakan tengah menyiapkan Peraturan Menteri yang mewajibkan AI generatif memberi label atau watermark pada hasilnya. Jika tidak, konten berisiko di-takedown, dengan sanksi mengacu pada UU ITE. Komdigi juga menyiapkan dua Peraturan Presiden soal AI, yaitu peta jalan dan standar etika.
Garis waktu singkatnya:
| Kapan | Perkembangan |
|---|---|
| 2023 | TikTok merilis kebijakan pelabelan konten AI |
| 2024 | TikTok mulai memberi label otomatis pada konten AI |
| Januari 2026 | Komdigi menyiapkan Permen wajib label atau watermark konten AI |
Tabel sebelum dan sesudah: konten AI di lapak
| Penggunaan AI | Risiko | Cara aman |
|---|---|---|
| Model AI memakai produk | Dibaca sebagai testimoni nyata | Beri label AI pada konten |
| Foto produk dihasilkan AI | Bentuk atau warna berbeda dari barang asli | Tampilkan produk nyata, atau tandai sebagai ilustrasi |
| Narasi suara AI tanpa keterangan | Menyesatkan penonton | Aktifkan label AI bawaan platform |
| "Sebelum-sesudah" hasil AI | Klaim hasil yang tidak terjadi | Hindari, pola ini sama dengan foto before-after di jualan |
Checklist sebelum posting
- Tandai setiap konten yang gambar, suara, atau videonya dibuat AI.
- Cek fitur label AI di aplikasi sebelum menekan unggah.
- Pastikan produk di konten sesuai barang yang dikirim.
- Hindari memakai AI untuk membuat klaim hasil yang tidak bisa dibuktikan.
- Pantau perubahan aturan Komdigi.
Menemukan konten berisiko seperti ini secara manual tidak mudah. Alat pemeriksaan sebelum posting seperti ByeRisk memisahkan temuan jadi dua tingkat, "Wajib diperbaiki" dan "Disarankan", supaya jelas risiko mana yang harus dibereskan sebelum tayang dan mana yang sekadar kurang rapi.
FAQ: pertanyaan yang paling sering muncul
Apakah semua video yang pakai AI wajib diberi label?
Yang wajib adalah konten AI yang memuat gambar, audio, atau video realistis. Efek ringan yang tidak menyerupai kenyataan umumnya tidak termasuk.
Apa sanksinya kalau tidak memberi label?
Di sisi platform, konten bisa diberi label otomatis, dibatasi, atau diturunkan. Menurut rencana aturan Komdigi, konten AI tanpa label berisiko di-takedown dengan sanksi mengacu pada UU ITE.
Apakah aturan Komdigi sudah berlaku?
Belum. Peraturan Menterinya masih disiapkan. Namun kebijakan pelabelan TikTok sudah berlaku sekarang, jadi jangan menunggu. Kasus penurunan konten karena alasan lain bisa dilihat di video jualan ditolak TikTok Shop.
Sumber dan rujukan
- TikTok Newsroom - New labels for disclosing AI-generated content
- TikTok Support - How is AI-generated content labeled on TikTok?
- TikTok Community Guidelines - Synthetic and manipulated media
- CNBC Indonesia - Komdigi Siapkan Aturan Baru, Konten AI Harus Pakai Label
Ringkasan ini disusun dari aturan yang dipublikasikan, bukan hasil pratinjau resmi platform. Mulailah dari kebiasaan menandai konten AI, lalu periksa lagi lewat cek kepatuhan konten TikTok Shop sebelum menekan unggah.
Biarkan pemeriksaan yang mengingat aturannya
Daftar dan dapatkan 100 kredit untuk langsung memeriksa teks, video, dan gambar berbahasa Indonesia, lengkap dengan aturan dan pasal platform yang terpicu.
Daftar gratis

