"Garansi Seumur Hidup" di Deskripsi Produk: Kapan Melanggar?
"Garansi seumur hidup" atau "uang kembali 100%" di deskripsi produk tidak otomatis boleh. Ini dasar hukumnya di UU 8/1999 dan cara menulis garansi dengan aman.

Frasa "garansi seumur hidup" atau "garansi uang kembali 100%" sudah jadi bahasa jualan yang lumrah di deskripsi produk. Padahal tidak semua janji garansi boleh ditulis. Kalau tidak bisa Anda buktikan dan tepati, kalimat itu justru masuk kategori janji yang belum pasti.
Kenapa garansi di deskripsi produk gampang jadi masalah
Garansi adalah janji. Begitu ditulis di judul, deskripsi, atau video, janji itu mengikat. Pembeli berhak menagihnya. Platform dan otoritas menilai dari apa yang Anda tulis, bukan dari niat di baliknya.
Dua kesalahan paling sering muncul: menulis "garansi seumur hidup" untuk produk yang jelas tidak bisa diperbaiki selamanya, dan menulis "garansi uang kembali 100%" tanpa menyebut syarat serta jangka waktunya.
Dasar hukumnya: UU No. 8 Tahun 1999
Aturan utamanya ada di Undang-Undang Perlindungan Konsumen. Empat pasal ini yang paling sering dipakai, dan semuanya masuk ke dasar penilaian dan regulasi yang dirujuk.
- Pasal 9 ayat (1) melarang pelaku usaha menawarkan atau mengiklankan barang secara tidak benar, termasuk menawarkan sesuatu yang mengandung janji yang belum pasti.
- Pasal 10 huruf c melarang pernyataan yang menyesatkan soal kondisi, tanggungan, jaminan, hak, atau ganti rugi atas barang.
- Pasal 17 ayat (1) huruf b melarang iklan yang mengelabui jaminan atau garansi atas barang.
- Pasal 62 memberi ancaman pidana paling lama 5 tahun atau denda paling banyak Rp2 miliar untuk pelanggaran Pasal 8, 9, 10, 13, 15, 17, dan 18.
Etika Pariwara Indonesia (EPI) menambahkan dua rambu: garansi hanya boleh dicantumkan kalau dasar-dasar jaminannya bisa dipertanggungjawabkan, dan janji pengembalian uang wajib menyebut jelas jenis kerusakan yang dijamin beserta jangka waktu berlakunya. Kalau syarat itu tidak dipenuhi, kata "garansi" berubah jadi klaim yang menyesatkan.
Tiga jenis janji garansi yang paling sering bikin listing bermasalah
- "Garansi seumur hidup." Tidak ada batas waktu yang jelas, dan hampir tidak mungkin ditepati untuk produk yang berganti model atau berhenti diproduksi.
- "Garansi uang kembali 100%." Bermasalah kalau syarat, pengecualian, dan tenggat pengajuan tidak ditulis.
- "Garansi resmi distributor" tanpa bukti. Kalau Anda bukan distributor resmi, klaim ini menyesatkan soal afiliasi.
Tabel sebelum → sesudah
Ini cara paling cepat memperbaiki deskripsi. Kolom kanan bisa langsung Anda contek.
| Sebelum (berisiko) | Sesudah (lebih aman) |
|---|---|
| Garansi seumur hidup | Garansi toko 12 bulan untuk kerusakan produksi, berlaku sejak tanggal pembelian |
| Garansi uang kembali 100% | Pengembalian dana dalam 7 hari jika produk rusak saat diterima, sesuai syarat yang dijelaskan sebelum pembelian |
| Garansi resmi distributor | Garansi resmi 1 tahun dari distributor resmi, kartu garansi disertakan |
| Klaim garansi tanpa syarat | Syarat dan pengecualian garansi ditulis terbuka di halaman produk |
Prinsipnya sederhana: sebutkan jenis kerusakan yang dijamin, jangka waktunya, dan siapa yang menanggung. Kalau tidak sanggup menepati, jangan tulis.
Checklist sebelum menulis garansi
- Ada jangka waktunya yang jelas?
- Jenis kerusakan atau kekurangan yang dijamin sudah disebut?
- Syarat dan pengecualian ditulis sebelum pembelian, bukan disembunyikan di catatan kaki?
- Memang sanggup Anda tepati untuk setiap pembeli?
- Kalau menyebut distributor resmi, ada buktinya?
Alat pemeriksaan sebelum posting seperti ByeRisk memisahkan temuan menjadi dua tingkat — Wajib diperbaiki dan Disarankan — supaya Anda tahu mana janji yang harus diubah sebelum produk tayang dan mana yang sekadar kurang rapi.
FAQ: pertanyaan yang paling sering muncul
1. Boleh nggak tulis "garansi seumur hidup" di deskripsi produk?
Berisiko. Frasa ini masuk janji yang belum pasti karena tidak ada batas waktu dan dasar jaminan yang jelas. Ganti dengan durasi nyata, misalnya "garansi toko 12 bulan", yang bisa Anda tepati.
2. Garansi uang kembali 100% boleh dicantumkan?
Boleh, asalkan syaratnya lengkap: jenis kerusakan yang dijamin, tenggat pengajuan, dan cara klaimnya. Kalau janji itu tidak ditepati, Anda melanggar Pasal 10 dan Pasal 17 UU Perlindungan Konsumen.
3. Kalau garansi dari distributor resmi, apakah otomatis aman?
Aman hanya kalau Anda benar-benar menjual produk distributor resmi itu dan bisa menunjukkan buktinya. Klaim afiliasi yang tidak benar juga termasuk menyesatkan.
4. Siapa yang menagih kalau garansi tidak ditepati?
Pembeli, dan bisa berlanjut ke sengketa konsumen. Karena itu janji garansi sebaiknya ditulis sehemat mungkin, tapi selalu bisa dipenuhi.
Sumber dan rujukan
Janji hadiah gratis di deskripsi produk punya aturan yang mirip; baca janji hadiah gratis di deskripsi produk untuk memahami batasnya. Kalau ingin memeriksa seluruh deskripsi sekaligus, mulai dari pemeriksaan kepatuhan konten TikTok Shop.
Ringkasan ini disusun dari aturan yang dipublikasikan, bukan hasil pratinjau resmi platform.
Biarkan pemeriksaan yang mengingat aturannya
Daftar dan dapatkan 100 kredit untuk langsung memeriksa teks, video, dan gambar berbahasa Indonesia, lengkap dengan aturan dan pasal platform yang terpicu.
Daftar gratis

