Klaim "Vegan" dan "Cruelty-Free" di Kosmetik: Apa Dasarnya?

Klaim vegan cruelty free di kosmetik tetap butuh bukti dan tidak sama dengan halal. Ini aturan BPOM dan cara aman menulis klaimnya di deskripsi produk.

Klaim "Vegan" dan "Cruelty-Free" di Kosmetik: Apa Dasarnya?

Klaim vegan cruelty free di kemasan skincare sekarang jadi daya jual utama. Masalahnya, banyak penjual memakainya bergantian seolah artinya sama. Di mata aturan, istilah-istilah ini berbeda, dan klaim tanpa bukti bisa berbalik menyerang Anda.

Vegan, cruelty-free, dan halal itu tidak sama

Menurut penjelasan BPOM, ketiganya menunjuk hal yang berbeda. Vegan soal bahan: produk tidak memakai bahan yang berasal dari hewan. Cruelty-free soal pengujian: produk tidak diuji pada hewan. Halal cakupannya lebih luas, meliputi bahan, proses produksi, sampai penyembelihan.

IstilahMenunjuk apaBukti yang diharapkan
VeganBahan tidak berasal dari hewanData komposisi atau sertifikasi pihak ketiga
Cruelty-freeTidak diuji pada hewanDasar klaim pengujian
HalalBahan dan proses produksiSertifikat BPJPH

Kesalahan yang paling sering muncul: menganggap izin edar BPOM sebagai bukti cruelty-free. Izin edar menilai keamanan dan mutu kosmetika, bukan cara pengujiannya. Keduanya hal yang terpisah.

Dasar hukum klaim kosmetika

Klaim kosmetika dipandu oleh Peraturan BPOM No. 3 Tahun 2022 tentang Persyaratan Teknis Klaim Kosmetika. Aturannya menuntut klaim yang benar, jujur, dapat dibuktikan, dan tidak menyesatkan. Klaim yang merujuk pada bahan dan kandungan wajib disertai data yang bisa dipertanggungjawabkan. Data inilah yang masuk kategori klaim khasiat dan dinilai per kalimat.

Untuk promosi dan iklan, berlaku juga Peraturan BPOM No. 18 Tahun 2024: promosi hanya boleh dilakukan untuk kosmetik yang sudah punya izin edar berupa notifikasi.

Tabel sebelum dan sesudah: menulis klaim vegan

Di deskripsi produkKenapa bermasalahVersi yang lebih aman
"Vegan 100% tanpa bahan hewani"Klaim mutlak tanpa data dukungSebutkan komposisi yang benar-benar ada di label
"Cruelty-free" tanpa penjelasanCakupan klaim tiap merek bisa berbedaJelaskan dasarnya, misalnya tidak diuji pada hewan pada tahap tertentu
Logo vegan hasil unduh dari internetLogo sertifikasi dipakai tanpa hakPakai hanya bila produk memang bersertifikat
Menyamakan "vegan" dengan "halal"Dua hal berbeda, bisa menyesatkanPisahkan klaim, dan cek cara cek sertifikat halal produk

Checklist sebelum posting

  • Pastikan klaim sesuai fakta: vegan soal bahan, cruelty-free soal pengujian.
  • Cek apakah Anda punya data atau sertifikasi pendukung.
  • Jangan pakai logo sertifikasi tanpa hak pakai.
  • Untuk klaim halal, pastikan ada sertifikat BPJPH.
  • Samakan klaim di caption dengan yang tertulis di kemasan.

Merapikan klaim satu per satu butuh ketelitian. Alat pemeriksaan sebelum posting seperti ByeRisk memisahkan temuan jadi dua tingkat, "Wajib diperbaiki" dan "Disarankan", supaya jelas klaim mana yang harus diubah sebelum produk tayang dan mana yang sekadar kurang rapi.

FAQ: pertanyaan yang paling sering muncul

Apakah vegan sama dengan cruelty-free?

Tidak. Vegan berarti tidak ada bahan yang berasal dari hewan. Cruelty-free berarti tidak ada pengujian pada hewan. Sebuah produk bisa vegan tetapi masih diuji pada hewan, atau sebaliknya.

Kalau produk sudah punya izin edar BPOM, apa otomatis cruelty-free?

Tidak. Izin edar menilai keamanan dan mutu produk, bukan cara pengujian hewan. Klaim cruelty-free diperiksa terpisah dan butuh dasar sendiri.

Apakah klaim vegan sama dengan halal?

Tidak. Halal mencakup bahan, proses produksi, dan penyembelihan, dan wajib disertai sertifikat dari BPJPH. Vegan hanya menyangkut asal bahan. Daftar kata yang bermasalah di deskripsi kosmetik bisa dicek di kata yang dilarang di deskripsi skincare.

Sumber dan rujukan

Ringkasan ini disusun dari aturan yang dipublikasikan, bukan hasil pratinjau resmi platform. Langkah praktisnya: pisahkan klaim vegan, cruelty-free, dan halal di kemasan Anda, cocokkan dengan data pendukung, lalu periksa lagi lewat cek kepatuhan konten TikTok Shop.

Biarkan pemeriksaan yang mengingat aturannya

Daftar dan dapatkan 100 kredit untuk langsung memeriksa teks, video, dan gambar berbahasa Indonesia, lengkap dengan aturan dan pasal platform yang terpicu.

Daftar gratis

Artikel terkait

Foto Before After di Jualan: Kapan Bikin Produk Ditolak
Panduan Kepatuhan

Foto Before After di Jualan: Kapan Bikin Produk Ditolak

Foto before after di jualan bisa bikin produk ditolak kalau klaimnya tak bisa dibuktikan. Ini aturan BPOM dan UU 8/1999 serta cara aman memakainya.

Klaim "Dijamin Untung" ke Calon Reseller Bisa Kena UU 8/1999
Panduan Kepatuhan

Klaim "Dijamin Untung" ke Calon Reseller Bisa Kena UU 8/1999

Kalimat "dijamin untung" dan "pasti balik modal" saat rekrut reseller masuk janji yang belum pasti. Ini aturan UU 8/1999 dan versi kalimat yang aman.

Klaim "Dipakai Artis" di Deskripsi Produk: Kapan Melanggar
Panduan Kepatuhan

Klaim "Dipakai Artis" di Deskripsi Produk: Kapan Melanggar

Menulis "dipakai artis" atau memakai testimoni selebgram di listing bisa jadi iklan menyesatkan kalau tidak benar. Ini batas dan risikonya.