Kosmetik Mengandung Hidrokuinon: Temuan BPOM 2026 dan Bahayanya
Kosmetik mengandung hidrokuinon masuk temuan BPOM 2026. Simak bahaya ochronosis-nya, sanksi pidana 12 tahun, dan cara menjual krim pemutih dengan aman.

Krim pemutih yang menjanjikan kulit cerah dalam hitungan hari sering menyimpan bahan yang tidak ditulis besar di label. Salah satunya hidrokuinon. Zat ini masih muncul dalam temuan BPOM, dan produk yang memakainya tanpa memenuhi ketentuan berisiko ditarik dari peredaran.
Hidrokuinon bukan sekadar bahan yang "kurang aman". Penggunaannya di kosmetik dibatasi, dan menjualnya tanpa memenuhi syarat bisa berujung pada sanksi pidana.
Apa itu hidrokuinon dan kenapa diatur
Hidrokuinon dipakai untuk menekan pembentukan melanin, sehingga kulit tampak lebih cerah. Karena efeknya kuat, pemakaiannya harus di bawah pengawasan dan tidak boleh dicampur sembarangan ke dalam kosmetik. Bahan yang boleh dan tidak boleh dipakai diatur lewat regulasi BPOM.
Temuan BPOM 2026: hidrokuinon masih ada di pasaran
Pada pengawasan Triwulan II 2026, BPOM mengumumkan temuan 14 produk kosmetik yang terbukti mengandung bahan berbahaya dan/atau bahan dilarang. Hidrokuinon termasuk di dalamnya, bersama asam retinoat, klobetasol propionat, mometason furoat, pewarna merah K10, dan merkuri.
Dari 14 produk itu, 11 produk lokal hasil kontrak produksi, 1 produk impor, dan 2 produk tanpa izin edar. Temuan ini hasil pengujian laboratorium.
| Bahan | Biasanya ditemukan di | Risiko utama |
|---|---|---|
| Hidrokuinon | Krim pencerah yang dijual sebagai "pemutih cepat" | Hiperpigmentasi, ochronosis (bintik hitam), perubahan warna kornea dan kuku |
| Asam retinoat | Krim malam | Kulit kering, rasa terbakar, bersifat teratogenik pada janin |
| Merkuri | Krim pemutih | Bintik hitam, iritasi kulit, kerusakan ginjal |
Bahaya hidrokuinon: dari bintik hitam sampai ochronosis
Efek samping yang paling khas adalah ochronosis — perubahan warna kulit menjadi bintik-bintik hitam kebiruan yang justru sulit dihilangkan. BPOM juga mencatat risiko hiperpigmentasi serta perubahan warna kornea dan kuku. Hasil cepat di awal, masalah yang menumpuk di belakang.
Bukan cuma ditarik: sanksi pidana
BPOM mencabut izin edar dan menghentikan sementara kegiatan produksi, distribusi, serta impor produk dalam temuan itu. Peredaran kosmetik yang mengandung bahan berbahaya melanggar Pasal 435 ayat (1) jo. Pasal 138 ayat (2) UU No. 17 Tahun 2023, dengan ancaman pidana penjara paling lama 12 tahun atau denda paling banyak Rp5 miliar.
Yang penting dicatat: sanksi ini menyasar produk yang diedarkan, bukan hanya produsennya. Penjual dan reseller ikut menanggung risikonya.
Ciri krim pemutih berisiko
- Menjanjikan hasil "memutihkan" dalam hitungan hari, bukan minggu.
- Label tidak mencantumkan nomor izin edar, atau mencantumkan nomor yang tidak bisa dicek.
- Dikemas ulang sendiri oleh penjual tanpa label asli.
- Klaim berlebihan seperti "menghilangkan flek total" atau "putih permanen".
- Harga jauh di bawah produk sejenis tanpa penjelasan.
Nomor izin edar kosmetik bisa dicek di cekbpom.pom.go.id sebelum produk dijual atau dibeli.
Cara menjual krim pencerah dengan aman
- Pastikan produk punya nomor izin edar dan komposisinya sesuai label.
- Hindari klaim "memutihkan"; pilih bahasa perawatan seperti "mencerahkan" atau "meratakan warna kulit".
- Jangan menjanjikan hasil dalam waktu yang tidak realistis — klaim khasiat kosmetik diatur dalam ketentuan klaim khasiat.
- Untuk produk impor, pastikan sudah terdaftar; syaratnya berbeda dari produk lokal.
FAQ: pertanyaan yang paling sering muncul
1. Apakah hidrokuinon dilarang di kosmetik?
Penggunaannya dibatasi dan produk yang memakainya harus memenuhi ketentuan keamanan serta punya izin edar. Krim yang mengandung hidrokuinon sembarangan ditarik BPOM dan bisa masuk ranah pidana.
2. Apa bahaya hidrokuinon untuk wajah?
Risiko utamanya hiperpigmentasi dan ochronosis, yaitu bintik hitam kebiruan yang sulit hilang. BPOM juga mencatat perubahan warna kornea dan kuku.
3. Izin edar atau sertifikat halal yang wajib untuk krim pemutih?
Izin edar kosmetik dikeluarkan BPOM, sedangkan sertifikat halal dikeluarkan BPJPH. Keduanya lembaga berbeda. Pastikan keduanya sesuai dengan klaim yang Anda tulis.
4. Bagaimana cara cek kosmetik aman sebelum dijual?
Terapkan Cek KLIK: cek kemasan, label, izin edar, dan kedaluwarsa. Nomor izin edarnya bisa diverifikasi di cekbpom.pom.go.id.
Sumber dan rujukan
- BPOM — Siaran Pers: 14 Kosmetik Mengandung Bahan Berbahaya, Triwulan II 2026 (13 Juli 2026)
- BPOM — Siaran Pers: Pengawasan Ruang Digital, Peredaran Kosmetik Ilegal (13 Juli 2026)
- BPOM — Cek Produk (cekbpom.pom.go.id)
Ringkasan ini disusun dari aturan yang dipublikasikan, bukan hasil pratinjau resmi platform. Sebelum menaruh krim pencerah di etalase, pastikan komposisi dan izinnya bisa dipertanggungjawabkan. Alat pemeriksaan sebelum posting seperti ByeRisk memisahkan temuan menjadi dua tingkat — "Wajib diperbaiki" dan "Disarankan" — supaya jelas klaim mana yang harus diubah sebelum produk tayang. Untuk memeriksa seluruh konten jualan, jalankan pemeriksaan kepatuhan konten TikTok Shop. Lihat juga pembahasan kosmetik mengandung merkuri dan kosmetik tanpa izin edar.
Biarkan pemeriksaan yang mengingat aturannya
Daftar dan dapatkan 100 kredit untuk langsung memeriksa teks, video, dan gambar berbahasa Indonesia, lengkap dengan aturan dan pasal platform yang terpicu.
Daftar gratis

