Mainan Wajib SNI: Jual Tanpa Sertifikat, Listing Berisiko
Mainan wajib SNI untuk dijual di Indonesia sejak 2013, termasuk di TikTok Shop. Ini standar yang diminta, risikonya, dan cara cek sebelum tayang.

Mainan anak yang dijual di marketplace Indonesia wajib memenuhi Standar Nasional Indonesia. Aturannya bukan baru — sudah berlaku lebih dari sepuluh tahun. Tapi masih banyak penjual yang mengunggah mainan tanpa memikirkan sertifikat, lalu kaget saat listing bermasalah.

Mainan wajib SNI: dasar dan masa berlakunya
Kewajiban SNI untuk mainan ditetapkan Peraturan Menteri Perindustrian No. 24/M-IND/PER/4/2013. Aturan ini ditetapkan 1 April 2013 dan mulai berlaku 11 Oktober 2013. Sejak itu, mainan yang beredar di Indonesia harus memenuhi standar dan dibubuhi tanda SNI.
Aturan ini beberapa kali diubah, terakhir lewat Peraturan Menteri Perindustrian No. 29 Tahun 2018. Substansinya tetap: mainan anak yang diperdagangkan wajib bersertifikat SNI.
Mainan apa saja yang wajib SNI
Kewajiban ini menyasar mainan untuk anak usia 0–14 tahun. Standar yang diacu adalah seri SNI ISO 8124 bagian 1–4, ditambah SNI IEC 62115:2011 untuk mainan yang memakai listrik, misalnya mainan bertenaga baterai.
| Aspek | Standar acuan |
|---|---|
| Keamanan mekanik dan fisik | SNI ISO 8124-1 |
| Sifat mudah terbakar | SNI ISO 8124-2 |
| Migrasi unsur kimia tertentu | SNI ISO 8124-3 |
| Ayunan, seluncuran, dan mainan aktivitas sejenis | SNI ISO 8124-4 |
| Mainan listrik | SNI IEC 62115:2011 |
Kalau produk Anda berada di batas antara mainan dan barang lain, cek dulu klasifikasinya sebelum menganggapnya aman. Sebagian barang yang terlihat seperti mainan diatur lewat ketentuan tersendiri.
Kalau mainan tidak bersertifikat, apa risikonya
Ada tiga lapis risiko yang bisa datang sekaligus:
- Platform. Mainan termasuk kategori yang dipandang perlu dokumen. Listing bisa dihapus, dan produk diminta turun saat audit.
- Pemerintah. Produk tanpa SNI bisa ditertibkan dan ditarik dari peredaran karena dianggap tidak memenuhi standar keamanan.
- Konsumen. Kalau mainan menimbulkan kerugian, penjual dan importir menghadapi sengketa konsumen yang jauh lebih mahal daripada biaya sertifikasi.
Salah kaprah soal mainan wajib SNI
- "Mainan impor sudah punya sertifikat negara asal, jadi aman." Sertifikat asing tidak menggantikan SNI. Importir tetap wajib punya SPPT-SNI.
- "Saya cuma reseller, bukan produsen." Kewajiban beredar ada di barangnya; penjual barang tanpa SNI tetap menanggung risikonya.
- "Mainan lokal buatan sendiri bebas." Selama dijual sebagai mainan anak, standar keamanannya tetap berlaku.
Checklist sebelum mengunggah mainan
- Pastikan produk masuk kategori mainan anak, bukan perlengkapan olahraga atau barang lain.
- Minta nomor sertifikat dan SPPT-SNI dari pemasok atau importir.
- Pastikan tanda SNI benar-benar tercantum di label atau kemasan.
- Simpan dokumen agar bisa ditunjukkan saat platform meminta verifikasi.
- Jangan menulis "sudah SNI" kalau sertifikatnya belum ada di tangan.
Menulis klaim seperti "aman", "sudah SNI", atau "original" tanpa dasar adalah kesalahan kecil yang bisa memicu sengketa. Alat pemeriksaan sebelum posting seperti ByeRisk memisahkan temuan menjadi dua tingkat — "Wajib diperbaiki" dan "Disarankan" — supaya jelas mana klaim yang harus dihapus sebelum produk tayang dan mana yang sekadar kurang rapi. Lihat juga produk dibatasi TikTok Shop, dasar penilaian dan regulasi yang dirujuk, dan pemeriksaan sebelum posting.
FAQ: pertanyaan yang paling sering muncul
1. Mainan kayu dan mainan edukasi lokal perlu SNI juga?
Ya, kalau produknya mainan anak. Yang membedakan bukan bahannya, tapi fungsi dan kelompok usianya. Mainan kayu, kain, plastik, dan listrik sama-sama tunduk pada standar keamanan mainan.
2. Siapa yang mengeluarkan sertifikat SNI mainan?
Lembaga Sertifikasi Produk (LSPro) yang terakreditasi dengan ruang lingkup mainan. Hasilnya berupa sertifikat dan hak memakai tanda SNI pada produk, setelah pengujian sampel dan audit mutu.
3. Apakah setiap unit harus diuji?
Tidak. Pengujian dilakukan pada sampel dalam skema sertifikasi, dan pengawasan mutu berjalan setelah sertifikat terbit. Kalau komposisi atau pemasok bahan berubah, sertifikat bisa perlu diperbarui.
4. Helm kena aturan SNI juga?
Helm pengendara kendaraan bermotor termasuk produk yang wajib SNI lewat ketentuan tersendiri, yaitu SNI 1811-2007. Prinsipnya sama: produk yang menyangkut keselamatan diwajibkan standar.
Sumber dan rujukan
- Permenperin No. 24/M-IND/PER/4/2013 tentang Pemberlakuan SNI Mainan secara Wajib
- Salinan Permenperin No. 24/2013 (BSN)
- Permenperin No. 29 Tahun 2018 (perubahan ketiga)
- UKM Indonesia: syarat dan tahapan sertifikasi SNI mainan anak
- Panduan listing produk TikTok Shop by Tokopedia
Ringkasan ini disusun dari aturan yang dipublikasikan, bukan hasil pratinjau resmi platform.
Kalau produk Anda menyasar anak, urus sertifikat sebelum listing, bukan sesudah produk ramai. Biaya sertifikasi jauh lebih ringan daripada listing dihapus saat penjualan sedang naik.
Biarkan pemeriksaan yang mengingat aturannya
Daftar dan dapatkan 100 kredit untuk langsung memeriksa teks, video, dan gambar berbahasa Indonesia, lengkap dengan aturan dan pasal platform yang terpicu.
Daftar gratis

