Bandingkan Produk dengan Pesaing di Listing: Kapan Melanggar

Bandingkan produk dengan pesaing di listing berisiko kena UU 8/1999 kalau tak bisa dibuktikan. Ini aturannya, contoh klaim, dan gantinya.

Bandingkan Produk dengan Pesaing di Listing: Kapan Melanggar

Di banyak listing, penjual menulis "lebih bagus dari brand sebelah" atau "nomor satu, jangan beli yang lain". Kalimat seperti ini terasa menjual, tapi masuk wilayah perbandingan — dan perbandingan paling gampang berubah jadi pelanggaran begitu tidak bisa dibuktikan.

Apa yang dimaksud membandingkan produk dengan pesaing

Membandingkan produk adalah saat Anda menyinggung produk atau penjual lain, langsung maupun tidak: menyebut nama merek lain, menyiratkan "lebih ampuh", "lebih murah", atau "lebih bagus dari X", atau menegaskan Anda satu-satunya yang bisa. Semua bentuk itu menuntut satu hal — bukti yang bisa diverifikasi.

Tiga aturan yang berlaku sekaligus

  • Pedoman TikTok Shop. TikTok Shop punya kebijakan khusus soal membuat perbandingan di listing produk — perbandingan harus benar dan tidak menyesatkan.
  • UU No. 8 Tahun 1999. Pasal 9 ayat (1) melarang pelaku usaha menawarkan, mempromosikan, atau mengiklankan barang secara tidak benar. Pasal 10 melarang mengelabui konsumen dalam penawaran.
  • Etika Pariwara Indonesia (EPI). Iklan yang mengandung perbandingan wajib berdasar data yang bisa dibuktikan, bukan klaim rasa.

Tabel: klaim perbandingan dan gantinya

Ditulis beginiKenapa berisikoGanti jadi
"Lebih ampuh dari [merek X]"Menyebut merek lain sekaligus klaim tanpa bukti"Formula dengan [bahan aktif]"
"Nomor 1, lebih bagus dari toko sebelah"Kata superlatif ditambah perbandingan"Dipakai [jumlah] pembeli" — kalau datanya benar
"50% lebih murah dari brand terkenal"Butuh bukti harga yang bisa dicek saat ituTampilkan harga Anda apa adanya
"Jangan beli produk X, itu jelek"Menjelekkan pesaing, bisa masuk pidanaSebutkan keunggulan produk Anda sendiri

Beda membandingkan dan menjelekkan

Membandingkan berarti mengangkat produk Anda dengan satu pembanding. Menjelekkan berarti menjatuhkan produk lain. Yang kedua lebih berat: menyerang reputasi pihak lain bisa dipidana lewat UU ITE. Bahasan ini ada di aturan menjelekkan produk pesaing.

Banyak penjual juga mengira "lebih bagus" aman karena tidak menyebut merek. Padahal kata superlatif macam "paling" dan "nomor satu" sudah punya aturannya sendiri, seperti di kapan kata nomor satu dan terbaik melanggar.

Checklist sebelum posting

  • Ada kalimat yang menyinggung produk atau merek lain? Hapus atau ubah jadi fakta produk sendiri.
  • Ada kata "lebih", "paling", "nomor satu"? Pastikan bisa dibuktikan, kalau tidak — buang.
  • Klaim angka seperti "50% lebih murah" punya sumber yang bisa dicek?
  • Sudah dibaca ulang: apakah ini membandingkan, atau malah menjelekkan?

FAQ: pertanyaan yang paling sering muncul

1. Boleh nggak bilang produk saya lebih bagus dari pesaing?

Umumnya tidak aman. Kalau Anda menulis "lebih bagus", Anda wajib punya bukti yang bisa diverifikasi. Tanpa bukti, itu klaim menyesatkan.

2. Kalau menyebut nama merek lain di deskripsi, boleh?

Berisiko. Menyebut merek lain tanpa dasar bisa dianggap menyesatkan dan menyeret merek pihak lain. Lebih aman fokus ke produk Anda sendiri.

3. Bandingin harga dengan toko lain aman nggak?

Hanya kalau perbandingannya benar dan bisa dibuktikan saat itu. Harga berubah cepat, jadi klaim "termurah" gampang kedaluwarsa dan berubah jadi menyesatkan.

4. Bagaimana menulis keunggulan tanpa membandingkan?

Sebutkan fakta produk: bahan, ukuran, sertifikasi. Contoh: "mengandung [bahan], punya izin edar BPOM" — bukan "lebih bagus dari X".

Sumber dan rujukan

Aturan konten di TikTok Shop dinilai dari teks, gambar, dan video sekaligus. Alat pemeriksaan sebelum posting seperti ByeRisk memisahkan temuan menjadi dua tingkat — "Wajib diperbaiki" dan "Disarankan" — supaya jelas mana yang harus diubah sebelum produk tayang. Dasar penilaian dan regulasi yang dirujuk ada di halaman ini, dan ringkasannya di pemeriksaan kepatuhan konten TikTok Shop.

Ringkasan ini disusun dari aturan yang dipublikasikan, bukan hasil pratinjau resmi platform.

Biarkan pemeriksaan yang mengingat aturannya

Daftar dan dapatkan 100 kredit untuk langsung memeriksa teks, video, dan gambar berbahasa Indonesia, lengkap dengan aturan dan pasal platform yang terpicu.

Daftar gratis

Artikel terkait

Klaim "Vegan" dan "Cruelty-Free" di Kosmetik: Apa Dasarnya?
Panduan Kepatuhan

Klaim "Vegan" dan "Cruelty-Free" di Kosmetik: Apa Dasarnya?

Klaim vegan cruelty free di kosmetik tetap butuh bukti dan tidak sama dengan halal. Ini aturan BPOM dan cara aman menulis klaimnya di deskripsi produk.

Foto Before After di Jualan: Kapan Bikin Produk Ditolak
Panduan Kepatuhan

Foto Before After di Jualan: Kapan Bikin Produk Ditolak

Foto before after di jualan bisa bikin produk ditolak kalau klaimnya tak bisa dibuktikan. Ini aturan BPOM dan UU 8/1999 serta cara aman memakainya.

Klaim "Dijamin Untung" ke Calon Reseller Bisa Kena UU 8/1999
Panduan Kepatuhan

Klaim "Dijamin Untung" ke Calon Reseller Bisa Kena UU 8/1999

Kalimat "dijamin untung" dan "pasti balik modal" saat rekrut reseller masuk janji yang belum pasti. Ini aturan UU 8/1999 dan versi kalimat yang aman.