Nutri-Level A-D di Kemasan Minuman: Apa Artinya buat Seller

Nutri-Level mulai muncul di depan kemasan minuman pada 2026. Ini arti level A sampai D, aturan pemanis, dan yang perlu dicek seller sebelum posting.

Nutri-Level A-D di Kemasan Minuman: Apa Artinya buat Seller

Di rak minuman kemasan mulai muncul satu tanda baru di bagian depan: huruf A sampai D dengan warna hijau sampai merah. Itu Nutri-Level, label gizi yang diatur Peraturan BPOM No. 10 Tahun 2026. Bagi penjual, pertanyaannya bukan cuma arti hurufnya, tetapi apa yang harus dilakukan sebelum produk tayang.

Apa itu Nutri-Level

Nutri-Level adalah label gizi pada bagian depan kemasan yang menunjukkan level kandungan gula, garam, dan lemak (GGL) per 100 ml produk siap konsumsi. Label ini memberi gambaran cepat saat memilih minuman, bukan menggantikan tabel Informasi Nilai Gizi di belakang kemasan.

Dasar hukumnya Peraturan BPOM No. 10 Tahun 2026 tentang Informasi Nilai Gizi pada Label Pangan Olahan. Regulasi ini diundangkan 17 Juni 2026 dengan masa transisi 24 bulan untuk menyesuaikan produk dan label.

Arti level A sampai D

LevelWarnaArtinya
AHijau tuaProfil GGL paling rendah di antara keempat level.
BHijau mudaProfil GGL rendah.
CKuningKandungan GGL lebih tinggi; konsumsi perlu dibatasi.
DMerahKandungan GGL paling tinggi; konsumsi perlu dibatasi sesuai kondisi kesehatan.

Prinsip membacanya sederhana: semakin mendekati A, semakin baik profil gizi produk. Sebaliknya, level D menunjukkan kandungan GGL yang relatif lebih tinggi.

Aturan pemanis yang ikut menentukan level

Level tidak hanya dihitung dari angka GGL. Penggunaan bahan tambahan pangan (BTP) pemanis juga masuk penilaian:

LevelBTP pemanis yang diperbolehkan
ATidak boleh menggunakan pemanis, baik alami maupun buatan.
BHanya pemanis alami.
C dan DPemanis alami maupun buatan.

Artinya, produk yang ingin di level A tidak bisa mengandalkan pemanis untuk memperbaiki rasa. Reformulasi jadi keputusan bisnis, bukan sekadar desain ulang kemasan.

Produk mana yang kena

Menurut siaran pers BPOM, label ini diterapkan pada minuman siap konsumsi, minuman berbentuk bubuk, serta konsentrat cair dan padat. Perhitungannya memakai kandungan GGL per 100 ml produk siap konsumsi, bukan per sajian kemasan.

Kalau Anda menjual minuman botol, sachet serbuk, atau konsentrat, produk Anda masuk lingkup ini. Pangan lain belum tentu memakai label yang sama.

Kenapa ini penting buat penjual di TikTok Shop

Ada tiga titik yang sering terlewat. Pertama, kemasan dari supplier bisa berubah lebih dulu daripada deskripsi listing. Foto lama masih tanpa Nutri-Level, sementara stok baru sudah memakainya.

Kedua, Nutri-Level adalah keterangan wajib, bukan bahan jualan. "Level A, pasti sehat" adalah klaim baru yang harus punya dasar sendiri.

Ketiga, produk dengan kandungan GGL tinggi juga bersinggungan dengan PP No. 28 Tahun 2024. Regulasi itu membatasi iklan, promosi, dan sponsorship untuk pangan olahan siap saji yang melewati batas GGL pada waktu, tempat, dan sasaran tertentu. Batasannya dijelaskan di iklan makanan tinggi gula, garam, lemak.

Checklist sebelum posting minuman kemasan

  • Lihat kemasan terbaru dari supplier dan pastikan labelnya tercetak.
  • Catat level A–D beserta warna yang tercetak, jangan menebak dari tabel gizi.
  • Foto bagian depan kemasan tanpa memotong atau menutup label.
  • Jangan mengubah, menambah, atau menempel level sendiri di foto produk.
  • Kalau ingin menulis klaim gula, cek dulu aturan klaimnya di klaim bebas gula di deskripsi produk.
  • Untuk level C dan D, periksa lagi jadwal promosi dan sasaran audiensnya.

Alat pemeriksaan kepatuhan konten TikTok Shop seperti ByeRisk memisahkan temuan menjadi "Wajib diperbaiki" dan "Disarankan", supaya terlihat mana yang menabrak aturan label dan mana yang sekadar kurang rapi.

FAQ: pertanyaan yang paling sering muncul

Apakah Nutri-Level sudah wajib sekarang?

Belum sepenuhnya. Regulasi berlaku sejak 17 Juni 2026 dengan masa transisi 24 bulan. Yang perlu Anda pastikan adalah kemasan yang benar-benar dikirim ke pembeli, bukan kemasan di foto lama.

Apa arti Nutri-Level D?

Level D berarti kandungan gula, garam, dan lemak produk berada di tingkat paling tinggi di antara keempat level. Produk tetap boleh dijual, tetapi konsumen disarankan membatasi konsumsinya sesuai kondisi kesehatan.

Apakah produk Level A otomatis boleh disebut sehat?

Tidak. Level A hanya menunjukkan profil GGL lebih rendah. Klaim "sehat" atau klaim gizi lain punya syarat dan dasar sendiri.

Sumber dan rujukan

Ringkasan ini disusun dari aturan yang dipublikasikan, bukan hasil pratinjau resmi platform.

Langkah paling aman minggu ini: cocokkan foto kemasan di listing dengan kemasan terbaru, lalu perbarui deskripsi kalau ada perubahan label. Dasar penilaian dan regulasi yang dirujuk bisa dilihat di halaman aturan.

Biarkan pemeriksaan yang mengingat aturannya

Daftar dan dapatkan 100 kredit untuk langsung memeriksa teks, video, dan gambar berbahasa Indonesia, lengkap dengan aturan dan pasal platform yang terpicu.

Daftar gratis

Artikel terkait

Aturan Anak di Bawah 16 Media Sosial & Iklan ke Anak
Regulasi & Sertifikasi

Aturan Anak di Bawah 16 Media Sosial & Iklan ke Anak

Aturan anak di bawah 16 media sosial berlaku sejak 28 Maret 2026. Ini isi Permen Komdigi 9/2026 dan dampaknya untuk iklan produk anak.

Klaim "Organik" Tanpa Sertifikat LSO: Kenapa Label Bermasalah
Regulasi & Sertifikasi

Klaim "Organik" Tanpa Sertifikat LSO: Kenapa Label Bermasalah

Klaim organik di label pangan hanya boleh dipakai kalau produknya sudah punya sertifikat dari Lembaga Sertifikasi Organik. Tanpa itu, label menyesatkan.

Klaim SPF di Sunscreen: Kenapa Bisa Ditolak & Izin Dicabut
Regulasi & Sertifikasi

Klaim SPF di Sunscreen: Kenapa Bisa Ditolak & Izin Dicabut

Klaim SPF di sunscreen wajib punya data uji in vivo. BPOM menemukan 16,67% produk tak memenuhi data dukung SPF. Ini aturannya dan cara menulis klaim yang aman.